Nurwayah Sambut Delegasi PAP Women’s Wing Singapura, Dorong Penguatan Kepemimpinan Politik Perempuan

JAKARTA, Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Nurwayah, menyambut baik kunjungan delegasi perempuan dari People’s Action Party atau PAP Women’s Wing Singapura dalam agenda diskusi bersama Perempuan Demokrat Republik Indonesia atau PDRI.

Menurut Nurwayah, kunjungan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat kerja sama regional dalam mendorong kepemimpinan politik perempuan, baik di Indonesia, Singapura, maupun kawasan ASEAN.

Read More

“Pertemuan ini menunjukkan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam memperkuat demokrasi, membangun kebijakan yang inklusif, serta menghadirkan kepemimpinan yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat,” kata Nurwayah di Jakarta, Sabtu (18/5)

Delegasi PAP Women’s Wing Singapura dipimpin oleh Sim Ann, Senior Minister of State Ministry of Foreign Affairs dan Ministry of Home Affairs Singapura. Pertemuan tersebut membahas pertukaran gagasan mengenai penguatan kepemimpinan perempuan di bidang politik dan pemerintahan.

Acara itu turut dihadiri Aliya Rajasa Yudhoyono selaku Ketua PIA Fraksi Demokrat DPR RI, Ketua Umum PDRI Dr. Vitri C. Mallarangeng, serta jajaran pengurus dan kader perempuan Partai Demokrat.

Nurwayah mengatakan, Partai Demokrat melalui PDRI terus mendorong partisipasi politik perempuan melalui pendidikan politik, pengembangan kepemimpinan, dan advokasi kebijakan yang responsif gender.

Ia menilai, keterlibatan perempuan dalam politik bukan hanya soal representasi, tetapi juga menyangkut kualitas kebijakan publik yang dihasilkan.

“Semakin banyak perempuan terlibat dalam proses politik dan pengambilan keputusan, semakin besar peluang lahirnya kebijakan yang lebih sensitif terhadap persoalan keluarga, pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, dan pemberdayaan ekonomi,” ujar Nurwayah.

Dalam forum tersebut, para peserta juga membahas perjalanan Reformasi Indonesia yang membuka ruang lebih luas bagi perempuan untuk masuk ke dunia politik. Salah satunya melalui kebijakan kuota 30 persen keterwakilan perempuan.

Keterwakilan perempuan di parlemen Indonesia juga disebut mengalami peningkatan, dari sekitar 9 persen pada 1999 menjadi sekitar 21 persen dalam beberapa tahun terakhir.

Nurwayah menilai capaian tersebut perlu terus diperkuat melalui kaderisasi yang berkelanjutan, mentorship bagi perempuan muda, serta ruang politik yang lebih terbuka dan setara.

Menurut dia, tantangan perempuan dalam politik masih cukup besar, mulai dari akses terhadap sumber daya politik, persepsi sosial, hingga minimnya ruang pembinaan bagi kader perempuan muda.

Karena itu, ia mendorong agar kerja sama antara organisasi perempuan Indonesia dan Singapura tidak berhenti pada forum diskusi, tetapi dapat dilanjutkan dalam bentuk program konkret.

“Ke depan, kita berharap ada kolaborasi yang lebih nyata, misalnya pertukaran pengalaman, pelatihan kepemimpinan, mentorship, dan penguatan jaringan perempuan politik di kawasan ASEAN,” kata Nurwayah.

PDRI berharap pertemuan ini menjadi langkah awal dalam mempererat kolaborasi regional untuk melahirkan lebih banyak pemimpin perempuan yang mampu membawa perubahan positif bagi masyarakat.

Related posts

Leave a Reply