Nurwayah Minta Asabri-Taspen Benahi Perumahan Purnawirawan

JAKARTA, Anggota Komisi VI DPR RI, Nurwayah, menyoroti kondisi sejumlah kompleks perumahan yang dihuni pensiunan anggota TNI dan Polri yang dinilainya tidak terawat dan membutuhkan perhatian serius dari PT Asabri (Persero) dan PT Taspen (Persero).

Hal itu disampaikan Nurwayah dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VI DPR RI bersama Direktur Utama PT Taspen (Persero) dan Direktur Utama PT Asabri (Persero) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (8/7/2026).

Read More

Menurut Nurwayah, sebagai badan yang memberikan layanan kepada segmen khusus, yakni aparatur sipil negara, TNI, dan Polri, Asabri dan Taspen tidak hanya dituntut memberikan layanan administrasi dan manfaat pensiun yang berkualitas, tetapi juga perlu memperhatikan aspek kesejahteraan para pensiunan, termasuk kondisi tempat tinggal mereka.

Anggota DPR RI dari Dapil Jakarta 3 (Jakarta Barat, Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu) ini mencontohkan sejumlah kompleks di daerah pemilihannya di Jakarta Utara, seperti Kompleks Dewa Ruci, Dewa Kembar, dan Kompleks Brimob di Pasar Pagi, yang kondisinya memprihatinkan.

“Saat musim hujan, banjirnya luar biasa dan kondisinya sudah tidak seperti kompleks perumahan lagi,” kata Nurwayah.

Ia mengungkapkan, banyak rumah di kawasan tersebut yang sudah rusak dan tidak lagi ditempati. Padahal, menurut dia, masih banyak pensiunan yang membutuhkan hunian yang layak.

“Sayang sekali kalau aset yang dimiliki tidak dimanfaatkan dan tidak dipelihara dengan baik. Banyak pensiunan yang membutuhkan tempat tinggal, sementara sebagian keluarga penerima manfaat terpaksa pindah ke tempat lain karena kondisi lingkungan yang sudah tidak layak,” ujarnya.

Menurut Legislator dari Partai Demokrat ini, persoalan yang dihadapi para pensiunan tidak hanya menyangkut kerusakan bangunan, tetapi juga lingkungan permukiman yang semakin menurun kualitasnya.

Karena itu, ia meminta jajaran PT Asabri dan PT Taspen turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi para pensiunan dan keluarganya.

“Sekali-sekali Bapak boleh meninjau langsung bagaimana kondisi mereka yang sebenarnya. Kesejahteraan pensiunan tidak cukup hanya diukur dari dana pensiun yang diterima, tetapi juga dari sejauh mana mereka dapat menikmati tempat tinggal yang aman, layak, dan bermartabat di masa purnatugasnya,” pungkas Nurwayah.

Related posts

Leave a Reply