Endro Suswantoro Raih Gelar Doktor IPB Lewat Riset Tata Kelola PLTA dan Desa Berkelanjutan

BOGOR, Endro Suswantoro berhasil meraih gelar Doktor pada Program Studi Ilmu Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan, Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor (IPB), melalui disertasi berjudul Kebijakan Pengelolaan Ekonomi Sumber Daya Alam untuk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dan Desa Berkelanjutan. Ujian promosi doktor dijadwalkan berlangsung pada 6 Juli 2026, setelah sebelumnya menjalani ujian tertutup pada 10 Juni 2026.

Penelitian Endro berangkat dari pentingnya pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) sebagai bagian dari transisi energi terbarukan, namun di sisi lain menyoroti belum optimalnya pengakuan terhadap kontribusi masyarakat desa penyangga yang menjaga kelestarian kawasan hulu sebagai penopang keberlanjutan PLTA. Menurutnya, keberhasilan pembangunan energi tidak cukup hanya diukur dari besarnya listrik yang dihasilkan, tetapi juga dari sejauh mana manfaat pembangunan tersebut dapat dirasakan secara adil oleh masyarakat yang selama ini menjaga fungsi ekologis kawasan hulu.

Read More

Dalam penelitiannya, Endro menggunakan pendekatan mixed methods yang mengombinasikan analisis kualitatif dan kuantitatif. Metode tersebut meliputi studi literatur, analisis kebijakan, wawancara mendalam, Focus Group Discussion (FGD), survei rumah tangga, pemetaan sosial-spasial partisipatif, analisis hidrologi, hingga valuasi jasa lingkungan. Pendekatan tersebut digunakan untuk merumuskan model kebijakan yang mampu menyeimbangkan kebutuhan energi nasional, kesejahteraan masyarakat lokal, dan keberlanjutan lingkungan.

“Penelitian ini menganalisis sejauh mana tata kelola ekonomi PLTA telah mengakomodasi prinsip keadilan spasial dan distribusi manfaat bagi masyarakat lokal yang terdampak langsung oleh pembangunan PLTA,” kata Endro.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tata kelola PLTA Batu Tegi masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari tumpang tindih kewenangan antarinstansi, lemahnya koordinasi operasional, hingga belum adanya mekanisme pembagian manfaat yang mengikat dan berkelanjutan bagi masyarakat desa yang berperan menjaga kawasan hulu. Kondisi tersebut dinilai menjadi tantangan dalam mewujudkan pembangunan energi yang tidak hanya efisien, tetapi juga adil secara sosial dan ekologis. Penelitian ini juga menawarkan model kebijakan yang mengintegrasikan tata kelola kelembagaan, valuasi jasa lingkungan, dan pembangunan desa berkelanjutan sebagai fondasi pengelolaan PLTA di masa depan.

Menurut Endro Suswantoro, pembangunan PLTA harus ditempatkan dalam kerangka pembangunan berkelanjutan yang memperhatikan keseimbangan antara kepentingan energi, kesejahteraan masyarakat, dan kelestarian lingkungan.

“Penelitian ini bertujuan mengembangkan model kebijakan yang mampu meningkatkan keseimbangan antara kebutuhan energi nasional, kesejahteraan masyarakat lokal, dan keberlanjutan lingkungan dalam pembangunan PLTA,” demikian ditegaskan mantan Anggota DPR RI ini.

Disertasi tersebut disusun di bawah bimbingan Prof. Dr. Ir. Dodik Ridho Nurrochmat, M.Sc.FTrop, Prof. Dr. Sofyan Sjaf, S.Pt., M.Si., dan Dr. Ir. Aceng Hidayat, M.T. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pemerintah, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan dalam merumuskan kebijakan pengelolaan sumber daya alam yang lebih inklusif. Temuan penelitian ini juga diharapkan memperkuat arah pengembangan energi terbarukan nasional dengan tetap menjaga keseimbangan antara kepentingan pembangunan, pelestarian lingkungan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat desa di sekitar kawasan PLTA.

Related posts

Leave a Reply