NasDem Tegaskan Tak Ada Merger dengan Gerindra, Sebut Hanya Wacana Blok Politik

Ketua DPP Partai NasDem Willy Aditya/Ist

JAKARTA, Sejumlah kader Partai NasDem menegaskan tidak ada rencana penggabungan atau merger dengan Partai Gerindra, sebagaimana ramai diperbincangkan belakangan ini.

Ketua DPP Partai NasDem, Willy Aditya, menolak penggunaan istilah “merger” dalam laporan media. Ia menyebut Ketua Umum NasDem, Surya Paloh, hanya menawarkan konsep political block atau blok politik.

Read More

Menurut Willy, penggunaan istilah merger menunjukkan kekeliruan dalam memahami literatur politik.

“Pemahamannya jangan merger. Ini menunjukkan tidak membaca literatur politik,” ujar Willy, Senin (13/4).

Ia menambahkan, Indonesia memiliki sejarah panjang terkait pembentukan blok politik maupun fusi partai, baik pada masa Orde Lama maupun Orde Baru.

Sementara itu, Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI dari Fraksi NasDem, Martin Manurung, menilai laporan Majalah dan siniar Tempo sebagai bentuk kebebasan pers yang berlebihan.

Martin bahkan mendesak Dewan Pers untuk segera turun tangan karena menilai laporan tersebut tidak melalui verifikasi yang memadai dan berpotensi merugikan pihak tertentu.

“Dalam situasi seperti ini, Dewan Pers sebagai wasit di dunia jurnalistik penting untuk masuk tanpa harus menunggu pelaporan,” kata Martin.

Reaksi serupa juga muncul dari daerah. Ketua DPW NasDem Sumatera Utara, Iskandar ST, menolak tegas istilah merger dalam isu tersebut.

Ia menegaskan hingga kini tidak ada pembahasan mengenai peleburan atau penggabungan NasDem dengan partai lain, termasuk Gerindra.

Menurut Iskandar, NasDem didirikan sebagai wadah perjuangan politik, bukan untuk diperjualbelikan.

“Tidak ada pembicaraan bahwa NasDem akan dilebur atau diakuisisi. Partai ini didirikan untuk memperjuangkan rakyat,” ujarnya.

Related posts

Leave a Reply