JAKARTA, Duel Inggris melawan Argentina dalam semifinal Piala Dunia 2026 di Atlanta Stadium, Amerika Serikat, pada Kamis (16/7), bisa lebih sengit dari pada semifinal Prancis melawan Spanyol yang dimenangkan La Roja 2-0.
Kadar kesengitan berlebih ini tidak lain karena imbuhan unsur kontroversi dan drama yang mengitari duel dua tim itu.
Sejauh ini, duel Three Lions melawan Albiceleste adalah duel yang paling sengit di antara laga-laga klasik Piala Dunia lain, termasuk duel klasik Belanda versus Jerman.
Inggris dan Argentina sudah 15 kali saling berhadapan sejak laga persahabatan 1951 di London. Hasilnya, Inggris menang enam kali, sedangkan Argentina menang dua kali.
Mereka juga sudah sering berhadapan dalam Piala Dunia, sudah lima kali. Tiga di antaranya dimenangkan oleh Inggris, sedangkan dua lainnya dimenangkan Argentina.
Kemenangan pertama Inggris atas Argentina dalam Piala Dunia terjadi pada perempatfinal Piala Dunia 1962 ketika Three Lions menang 3-1. Tapi belum ada peristiwa apa-apa dari laga ini.
Tetapi empat tahun kemudian, dalam Piala Dunia 1966, rivalitas mereka mulai menebal menjadi persaingan yang melebihi sepak bola.
Pada perempatfinal dalam perjalanan menjuarai Piala Dunia 1966, Inggris menang lagi 1-0 berkat gol Geoff Hurst. Argentina menuding gol itu offside, sehingga mereka merasa dirampok.
Pertandingan itu berlangsung kasar sampai-sampai wasit mengusir kapten Argentina, Antonio Rattin.
Pelatih Inggris Sir Alf Ramsey kemudian menyebut Argentina “binatang” karena bermain kasar dan tak sportif. Berkahnya, laga itu memicu FIFA mengenalkan konsep kartu kuning dan kartu merah dalam Piala Dunia berikutnya.
Duapuluh tahun kemudian, kedua tim bertemu lagi dalam perempatfinal Piala Dunia 1986, dua tahun setelah Perang Malvinas, perang antara Argentina dan Inggris yang memperebutkan sebuah pulau .
Pada laga itu, Inggris tersingkir gara-gara gol “tangan tuhan” dan “gol terbaik abad ini”, yang keduanya diciptakan oleh Diego Maradona. Inggris merasa dicurangi, dan kiper Peter Shilton menolak permohonan maaf Maradona.
Kedua tim bertemu lagi pada babak 16 besar Piala Dunia 1998 ketika Inggris kalah adu penalti setelah seri 2-2 selama 120 menit. Inggris merasa diakali oleh Diego Simoene, yang dianggap bersandiwara sehingga David Beckham diganjar kartu merah.
Empat tahun setelah itu, Beckham membalas kekalahan itu dalam laga tak kalah sengit. Dia menyarangkan gol penalti yang memenangkan Inggris 1-0 dalam fase grup Piala Dunia 2002.
Itulah terakhir kali kedua tim bertemu dalam Piala Dunia. Tapi pertemuan terakhir di antara mereka terjadi pada 12 November 2005 dalam laga persahabatan di Swiss yang dimenangkan Inggris 3-2.







