BENGKALIS, Anggota Komisi VI DPR RI Dewi Juliani melakukan pemantauan langsung terhadap antrean kendaraan di salah satu SPBU di Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, Rabu (29/4/26)
Di sela-sela kegiatan reses, Dewi melihat panjangnya antrean kendaraan mulai dari truk, bus, hingga mobil pribadi. Antrean panjang telah berlangsung sekitar satu jam. Menurut keterangan warga dan petugas, kondisi itu terjadi karena pasokan BBM baru tiba sehingga pengisian sempat tertunda.
“Sudah berapa lama ngantri?” Tanya Dewi kepada salah satu supir truk.
“Satu jam Bu, kita mau isi solar,” sahut supir tersebut.
Setelah bertanya kepada sejumlah supir truk, Dewi mencari petugas yang bertanggungjawab di SPBU tersebut. Petugas menjelaskan, baru hari ini keterlambatan terjadi.
“Ini harus dicek penyebabnya, apakah distribusi, suplai, atau kendala teknis di SPBU,” kata Dewi di lokasi.
Masyarakat tak ingin mengetahui detail persoalan distribusi, melainkan hanya ingin mendapatkan BBM dengan mudah saat datang ke SPBU. Karena itu, pemerintah dan Pertamina diminta memastikan rantai pasok berjalan lancar agar tidak terjadi kekosongan maupun keterlambatan pengiriman.
“Jangan sampai stok habis dulu baru diisi lagi. Sebelum kosong harus sudah ada pasokan masuk,” terangnya.
Dewi juga menyoroti wilayah tersebut hanya memiliki sedikit titik SPBU, sehingga ketika satu lokasi mengalami keterlambatan suplai, antrean panjang tidak terhindarkan. Selain distribusi, ia meminta kendala teknis seperti gangguan sinyal dan sistem barcode subsidi juga menjadi perhatian operator.
Menurut legislator PDI Perjuangan ini persoalan di Bengkalis lebih tepat disebut keterlambatan distribusi, bukan kelangkaan. Sebab, stok tersedia dan pengiriman sedang dalam perjalanan ke lokasi.
“Kalau langka itu barangnya tidak ada berhari-hari. Ini barangnya ada, hanya terlambat masuk. Tapi tetap saja dampaknya masyarakat harus antre,” tandasnya.
Dewi memastikan temuan tersebut akan menjadi masukan bagi Komisi VI DPR RI untuk disampaikan kepada pihak terkait agar pelayanan distribusi energi di daerah penghasil minyak seperti Riau tidak terganggu.







