JAKARTA, Klub elite Jerman Bayern Munchen harus mengubur mimpi ke final Liga Champions usai disingkirkan Paris Saint-Germain (PSG) dengan agregat tipis 6-5. Hasil imbang 1-1 pada leg kedua semifinal di Allianz Arena, Munchen, Kamis (7/5) dini hari WIB, tak cukup membalikkan keadaan setelah kekalahan 4-5 di leg pertama.
Pelatih Bayern Vincent Kompany mengakui hasil ini sulit diterima. Ia menilai laga berlangsung sangat ketat dan ditentukan oleh detail kecil.
“Kami mampu mengimbangi PSG. Pertandingan seperti ini ditentukan oleh momen-momen kecil. Babak pertama kami bagus, kami sering masuk ke area berbahaya, tetapi mereka bertahan dengan sangat baik,” ujar Kompany, dikutip dari laman resmi UEFA.
Ia tetap memuji energi dan semangat juang timnya meski gagal melangkah ke partai puncak. Kompany juga tak ragu mengakui kualitas lawan.
“PSG memiliki kualitas yang sangat tinggi, bahkan mungkin yang terbaik di Eropa dalam dua tahun terakhir. Selamat untuk mereka, tetapi kami akan mencoba lagi,” tegasnya.
Kekecewaan juga disampaikan kapten Bayern Manuel Neuer. Ia menilai timnya kurang tajam dalam penyelesaian akhir, meski memiliki sejumlah peluang.
“Kami tidak memiliki insting membunuh malam ini. Kami punya kesempatan untuk menang, tetapi tidak cukup tajam di kotak penalti. Gol kami datang terlambat,” kata Neuer.
Bek Jonathan Tah menyebut dua leg semifinal berjalan sangat ketat, tapi PSG lebih efektif dalam memanfaatkan peluang. Meski kecewa, ia tetap menilai performa Bayern patut diapresiasi.
Hal senada diungkapkan gelandang Konrad Laimer. Ia menilai Bayern sebenarnya mampu mendominasi, tapi kurang maksimal dalam penyelesaian akhir.
“Di level ini, semuanya ditentukan detail kecil. Kami punya momen, tetapi tidak cukup tajam untuk menciptakan peluang bersih,” ujarnya.
Sementara itu, dari kubu PSG, pelatih Luis Enrique menyebut laga berlangsung sangat intens. Ia memuji karakter timnya saat menghadapi tekanan dari Bayern.
“Kami sangat senang bisa mencapai final kedua berturut-turut. Melawan Bayern di level ini menunjukkan karakter luar biasa tim,” kata Enrique.
Penyerang PSG, Khvicha Kvaratskhelia, menambahkan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras tim menghadapi salah satu klub terbaik dunia.







