BANJARMASIN, Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI Stasiun Kalimantan Selatan bersama Perum LKBN ANTARA Biro Kalsel dan LPP RRI Kalsel memperkuat gaung Piala Dunia FIFA 2026 melalui rangkaian promosi luar ruangan yang melibatkan masyarakat luas di Banjarmasin pada 7 Juni mendatang.
Kolaborasi tiga media negara tersebut menjadi bagian dari persiapan menyambut pesta sepak bola terbesar dunia dengan menghadirkan berbagai kegiatan publik guna membangun antusiasme masyarakat terhadap pelaksanaan Piala Dunia 2026.
Ketua Panitia Ad Hoc TVRI Kalsel “FIFA World Cup 2026” Akhyar di Banjarmasin, Senin, menyatakan sinergi bersama ANTARA Kalsel dan RRI Kalsel dilakukan untuk memperluas sosialisasi serta meningkatkan euforia masyarakat terhadap ajang sepak bola internasional tersebut.
“Alhamdulillah hari ini kita duduk bareng bersama teman-teman ANTARA Kalsel dan RRI Kalsel terkait promosi off air kegiatan Piala Dunia FIFA 2026, untuk menindaklanjuti kegiatan kolaborasi yang akan dilaksanakan pada 7 Juni nanti,” kata Akhyar.
Dia menjelaskan kegiatan itu akan dikemas dengan konsep hiburan rakyat agar masyarakat dapat merasakan atmosfer Piala Dunia 2026, lebih dekat melalui berbagai aktivitas olahraga dan hiburan yang terbuka untuk umum yang bertempat di halaman TVRI Kalsel.
“Dalam hal ini TVRI sebagai official broadcaster (pemegang hak siar resmi), ANTARA Kalsel dan RRI Kalsel juga ada di situ. Masyarakat boleh datang untuk mengikuti kegiatan senam zumba ataupun ikut fun walk, silakan ada juga panggung hiburan,” ujarnya.
Menurut dia, keterlibatan media publik dalam promosi Piala Dunia 2026 menjadi langkah penting untuk menghadirkan semangat kebersamaan sekaligus memperkuat akses informasi kepada masyarakat di daerah.
Selain menghadirkan hiburan dan olahraga, panitia juga menyiapkan ruang bagi pelaku UMKM lokal untuk meramaikan kegiatan sehingga momentum Piala Dunia 2026 turut memberi dampak terhadap pergerakan ekonomi masyarakat.
Akhyar menegaskan seluruh pelaku UMKM yang terlibat tidak dipungut biaya sewa stan sebagai bentuk dukungan terhadap pelaku usaha lokal agar dapat ikut menikmati manfaat dari tingginya partisipasi masyarakat.
“Kita melibatkan beberapa UMKM untuk di kegiatan pada 7 Juni nanti agar lebih menarik. Stan UMKM ini gratis, tidak berbayar sama sekali,” tutur Akhyar.







