Genangan Air Limbah di Terowongan Jalan Sunan Giri Dikeluhkan Warga, RW 01 dan RW 02 Dorong Pemerintah Segera Bangun Drainase

KOTA TANGERANG – Terowongan di Jalan Sunan Giri, Kampung Pondok Bahar, Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang, merupakan salah satu akses penghubung antara wilayah RW 01 dan RW 02. Selain menjadi jalur mobilitas masyarakat setempat, jalan tersebut juga berfungsi sebagai akses alternatif yang menghubungkan sejumlah wilayah, terlebih lokasinya berdekatan dengan akses keluar-masuk Tol Karang Tengah.

Namun, keberadaan akses yang cukup strategis tersebut dihadapkan pada persoalan lingkungan berupa genangan air yang kerap muncul di area terowongan, bahkan ketika tidak terjadi hujan. Kondisi tersebut diduga berkaitan dengan aliran pembuangan air limbah rumah tangga dari kawasan RW 02 yang belum memiliki saluran pembuangan terintegrasi dengan baik.

Read More

Persoalan ini menjadi perhatian karena genangan yang terus terjadi berpotensi mengganggu kenyamanan pengguna jalan, menurunkan kualitas lingkungan, serta menimbulkan keluhan bagi masyarakat yang tinggal di sekitar terowongan.

Menyikapi kondisi tersebut, Ketua RW 02, Heri, bersama Ketua RW 01, Nasad, telah melakukan komunikasi dan koordinasi untuk mencari solusi atas permasalahan yang terjadi. Keduanya mendorong pembangunan saluran drainase yang dapat menghubungkan pembuangan air limbah rumah tangga agar alirannya tidak lagi bermuara ke area terowongan.

Dalam upaya mendorong percepatan penanganan, Ketua RW 02, Heri, juga telah membangun komunikasi dan berkoordinasi dengan Pemerintah Kelurahan Pondok Bahar serta anggota dewan, Moch. Pandu, S.E. Koordinasi tersebut dilakukan sebagai langkah untuk memperluas dukungan dan mendorong agar usulan pembangunan drainase dapat segera ditindaklanjuti oleh pihak-pihak yang memiliki kewenangan.

Ketua RW 02, Heri, mengatakan bahwa persoalan ini membutuhkan perhatian serius dan penanganan yang konkret dari pemerintah.

“Persoalan ini perlu segera mendapatkan perhatian dan penanganan. Kami sudah berkoordinasi dengan pihak kelurahan maupun Bapak Moch. Pandu, S.E. agar rencana pembangunan drainase ini dapat segera ditindaklanjuti. Harapannya, melalui pembangunan saluran tersebut, genangan air di terowongan dapat diminimalisir sehingga tidak lagi mengganggu masyarakat yang melintas maupun warga di sekitar lokasi,” ujar Heri.

Senada dengan hal tersebut, Ketua RW 01, Nasad, turut menyampaikan dukungan terhadap rencana pembangunan drainase sebagai solusi jangka panjang. Menurutnya, persoalan yang terjadi di wilayah perbatasan RW 01 dan RW 02 membutuhkan sinergi antarpemangku wilayah serta dukungan pemerintah agar dapat diselesaikan secara menyeluruh.

“Ini merupakan persoalan bersama karena dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat, baik warga sekitar maupun pengguna jalan. Kami berharap pemerintah setempat dapat memberikan perhatian serius dan segera menindaklanjuti usulan pembangunan drainase ini agar permasalahan yang sudah terjadi tidak terus berulang,” ungkap Nasad.

Pemerintah Didorong Hadir dengan Langkah Konkret

Persoalan genangan air limbah di terowongan Jalan Sunan Giri tidak cukup diselesaikan melalui koordinasi antarpengurus wilayah. Diperlukan keterlibatan aktif pemerintah setempat, mulai dari Pemerintah Kelurahan Pondok Bahar hingga perangkat teknis Pemerintah Kota Tangerang yang memiliki kewenangan dalam bidang drainase, sanitasi, dan pengelolaan lingkungan.

Pemerintah diharapkan segera melakukan peninjauan langsung ke lokasi, mengidentifikasi sumber permasalahan, serta menyusun langkah teknis untuk merealisasikan pembangunan drainase sesuai kebutuhan masyarakat.

Selain itu, diperlukan kejelasan tindak lanjut atas usulan yang telah disampaikan oleh pengurus RW, termasuk koordinasi dengan pihak legislatif dan dinas terkait agar penanganannya tidak berhenti pada tahap komunikasi semata.

Infrastruktur drainase dan pengelolaan air limbah merupakan bagian penting dalam menciptakan lingkungan permukiman yang sehat dan layak. Karena itu, persoalan ini perlu ditempatkan sebagai kebutuhan pelayanan publik yang harus mendapatkan perhatian dan penyelesaian.

Masyarakat berharap pemerintah tidak menunggu persoalan semakin besar untuk mengambil tindakan. Sebab, akses jalan yang menjadi penghubung aktivitas masyarakat seharusnya didukung oleh kondisi lingkungan yang bersih, aman, dan nyaman.

Kini, harapan masyarakat tertuju pada keseriusan pemerintah setempat untuk menerjemahkan hasil koordinasi menjadi tindakan nyata. Pembangunan drainase di Jalan Sunan Giri bukan sekadar pembangunan infrastruktur, melainkan bentuk tanggung jawab bersama dalam menjamin kualitas lingkungan dan kepentingan masyarakat.

Related posts

Leave a Reply