MAKASSAR, Mantan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menyatakan komitmennya untuk bekerja mati-matian membesarkan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Ia menegaskan siap terjun langsung membantu penguatan partai hingga ke daerah-daerah.
“Saudara-saudara bekerja keras untuk PSI, saya pun akan bekerja keras untuk PSI. Saudara-saudara bekerja mati-matian untuk PSI, saya pun akan bekerja mati-matian untuk PSI,” ujar Jokowi saat memberikan sambutan dalam Rapat Kerja Nasional PSI di Makassar, yang dipantau secara daring, Sabtu (31/1/2026).
Jokowi menekankan bahwa untuk mencapai target besar, PSI membutuhkan pengurus yang militan serta struktur partai yang kuat hingga ke tingkat paling bawah, mulai dari desa, RT, hingga RW.
Menurut Jokowi, kekuatan utama partai politik terletak pada struktur organisasi yang hidup dan bekerja efektif hingga ke akar rumput.
“Kalau diperlukan, saya harus datang. Saya masih sanggup. Saya masih sanggup datang ke provinsi-provinsi, semua provinsi. Saya masih sanggup datang ke kabupaten/kota. Kalau perlu sampai ke kecamatan, saya masih sanggup,” kata Jokowi.
Ia menyebut Indonesia memiliki 38 provinsi, 514 kabupaten/kota, dan sekitar 7.000 kecamatan, dan menyatakan kesiapannya untuk turun langsung demi memperkuat PSI.
Selain penguatan struktur, Jokowi juga menilai PSI perlu memperkuat jaringan di dunia maya, terutama melalui peran aktif warganet untuk mendukung komunikasi dan konsolidasi partai.
Jokowi mengungkapkan bahwa dirinya telah berdiskusi dengan jajaran pimpinan PSI, mulai dari Ketua Dewan Pembina hingga Sekretaris Jenderal, terkait target penguatan struktur partai.
“Kapan kira-kira ini bisa kita selesaikan dan harus kita selesaikan. Akhir 2026 itu harus selesai,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Jokowi juga menyebut PSI telah berkembang menjadi partai super terbuka, sehingga berpotensi menarik banyak tokoh dari berbagai tingkatan, baik nasional maupun daerah.
Namun, ia mengingatkan bahwa semakin banyak pihak yang bergabung, semakin beragam pula pemikiran dan kepentingan di dalam partai. Oleh karena itu, Jokowi menekankan pentingnya toleransi dan penyamaan visi untuk menjaga persatuan internal PSI.
“Perbedaan itu pasti ada, tapi harus disatukan dengan visi yang sama,” pungkas Jokowi.







