Pemerintah Tambah Anggaran Bulog Rp 16,6 Triliun untuk Serap Gabah Petani

JAKARTA, Pemerintah memberikan tambahan anggaran sebesar Rp 16,6 triliun kepada Perum Bulog untuk menyerap gabah kering panen (GKP) dari petani, sesuai dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang telah ditetapkan sebesar Rp 6.500 per kilogram. Dengan tambahan ini, anggaran yang akan dikelola Bulog untuk menyerap gabah mencapai Rp 39,6 triliun.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, yang akrab disapa Zulhas, mengungkapkan bahwa anggaran Bulog saat ini berjumlah Rp 23 triliun. Dengan suntikan anggaran tambahan ini, total dana yang akan digunakan Bulog untuk membeli gabah selama panen raya menjadi Rp 39,6 triliun. “Jadi ada Rp 39,6 triliun untuk membeli beras 3 juta ton waktu panen raya,” ujar Zulhas dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Pangan, Jumat (31/1).

Read More

Zulhas juga menegaskan bahwa Bulog diharapkan untuk segera melakukan penyerapan gabah dengan harga sesuai HPP yang telah ditetapkan. “Tidak ada alasan Bulog enggak bisa beli dengan harga HPP,” tegasnya.

Penambahan anggaran ini adalah tindak lanjut dari kebijakan pencabutan aturan rafaksi yang sebelumnya menghambat pembelian gabah petani. Selain itu, Presiden Prabowo Subianto juga telah memerintahkan Bulog untuk meningkatkan target penyerapan beras menjadi 3 juta ton pada 2025, yang sebelumnya hanya 2 juta ton.

Dalam proses ini, Bulog akan membeli beras hasil penggilingan dengan harga Rp 12.000 per kilogram. Direktur Keuangan Bulog, Iryanto Hutagaol, menjelaskan bahwa dengan target baru ini, Bulog diproyeksikan akan mengelola total 4,7 juta ton beras sepanjang tahun 2025. “Awalnya kita akan mengelola 3,7 juta ton, tapi dengan tambahan target 3 juta ton, jumlah total yang harus dikelola menjadi 4,7 juta ton,” ujarnya.

Untuk mendukung pengelolaan beras dalam jumlah besar ini, Bulog memperkirakan kebutuhan dana sekitar Rp 57 triliun. Iryanto juga menyatakan bahwa Bulog sedang berdiskusi dengan pemerintah mengenai kemungkinan bantuan pembiayaan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Dengan tambahan anggaran ini, diharapkan Bulog dapat memenuhi target penyerapan yang lebih tinggi dan menjaga stabilitas harga beras di pasar, serta mendukung kesejahteraan petani Indonesia.

Related posts

Leave a Reply