Pemerintah Bentuk BUMN Baru Perminas untuk Kelola Mineral Kritis, Arahan Presiden Prabowo

Foto: gerindra

JAKARTA, Pemerintah membentuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) baru bernama Perusahaan Mineral Nasional (Perminas) untuk mengelola mineral kritis, termasuk logam tanah jarang. Pembentukan BUMN ini merupakan arah langsung Presiden Prabowo Subianto, kata Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Jumat (30/1/2026).

“(Pembentukan Perminas) itu arahan dari Pak Presiden. Supaya kita bisa mengelola mineral-mineral strategis, dimintalah Danantara membentuk satu entitas,” ujar Prasetyo saat ditemui di Wisma Danantara, Jakarta Selatan.

Read More

Prasetyo menjelaskan, pembentukan Perminas bertujuan untuk fokus mengelola mineral kritis, yang berbeda dengan BUMN pertambangan yang sudah ada, seperti MIND ID dan anak usahanya.

“Itu tadi untuk mengelola mineral kritis. Mineral banyak, sudah ada yang dikelola perusahaan lain. Ini khusus untuk mineral kritis,” terang Prasetyo.

Sementara itu, CEO Danantara, Rosan Roeslani, menjelaskan perbedaan fundamental antara Perminas dan MIND ID. Menurut Rosan, meski keduanya bergerak di sektor mineral, fokus operasionalnya berbeda.

“MIND ID itu holding company. Anak perusahaannya ada yang mengelola batu bara, nikel, emas, seperti Bukit Asam, Inalum, Aneka Tambang, dan Freeport. Sementara Perminas akan mengelola harta karun yang jarang tersentuh, khususnya rare earth atau tanah jarang,” jelas Rosan.

Rosan menekankan bahwa setiap BUMN memiliki spesialisasi berbeda sesuai mandat pemerintah. Perminas diproyeksikan menjadi entitas yang fokus pada mineral strategis dan langka, seiring upaya pemerintah memperkuat kedaulatan sumber daya mineral nasional.

“Jadi setiap company memang diarahkan untuk spesialisasi berbeda-beda. Perminas lebih fokus pada rare earth,” tambahnya.

Dengan pembentukan Perminas, pemerintah berharap pengelolaan mineral strategis dapat lebih efisien dan mendukung ketahanan industri nasional di sektor pertambangan dan hilirisasi mineral.

Related posts

Leave a Reply