MANCHESTER, Manchester United mendapat suntikan kabar positif di tengah fase transisi yang penuh gejolak. Mason Mount dan kapten tim Bruno Fernandes dipastikan kembali memperkuat Setan Merah saat menjamu Burnley dalam lanjutan Liga Primer Inggris, Rabu (8/1/2026), hanya dua hari setelah manajemen klub memecat pelatih kepala Ruben Amorim.
Kepastian itu menjadi angin segar bagi Darren Fletcher, manajer sementara yang baru ditunjuk untuk mengisi kekosongan di kursi pelatih. Dalam konferensi pers pra-pertandingan pertamanya, Fletcher memastikan Mount dan Fernandes telah pulih dari cedera dan siap masuk dalam skuad.
Keduanya sebelumnya menepi akibat masalah kebugaran. Fernandes mengalami cedera hamstring jelang Natal, disusul Mount yang mengalami cedera sehari setelahnya. Absennya dua pemain kunci itu terasa saat United ditahan imbang 1-1 oleh Leeds United pada Ahad (5/1).
Meski demikian, Fletcher mengungkapkan bahwa Mount dan Fernandes sebenarnya sudah berupaya keras agar bisa tampil dalam laga tersebut.
“Mereka akan bermain dengan menit yang terbatas karena mereka baru saja kembali berlatih, jadi itu kabar baik, terutama karena mereka adalah pemain yang sedang dalam performa bagus,” kata Fletcher.
Ia menegaskan ketersediaan dua pilar tim itu membawa dampak besar, bukan hanya bagi dirinya, tetapi juga untuk seluruh elemen klub.
“Ketersediaan mereka untuk dipilih jelas merupakan kabar baik bagi saya, para pemain, klub, dan para penggemar,” ujarnya.
Fletcher, mantan gelandang United yang mencatatkan 342 penampilan bersama klub dan terakhir menangani tim U-18, menegaskan fokusnya sepenuhnya tertuju pada laga kontra Burnley. Ia menepis spekulasi terkait masa depannya sebagai manajer.
“Saya telah berbicara dan fokusnya adalah pada pertandingan ini dan kemudian kita akan berbicara setelah pertandingan,” katanya mengenai komunikasinya dengan manajemen klub.
Ketika ditanya apakah ia tertarik melanjutkan peran sebagai pelatih utama secara permanen, Fletcher kembali menegaskan sikapnya.
“Sejujurnya itu bukan sesuatu yang saya pikirkan. Saya fokus pada Burnley. Saya pikir diskusi itu untuk setelah pertandingan,” ujarnya.
Ia mengakui situasi yang dihadapinya datang begitu cepat dan di luar dugaan. Namun, Fletcher memilih melihatnya sebagai tanggung jawab besar yang harus dijalani dengan penuh kehormatan.
“Semuanya terjadi begitu cepat, semua konsentrasi, upaya, dan pikiran saya tertuju pada Burnley. Saya tahu itu terdengar seperti jawaban umum, tetapi memang seperti itu,” kata pria Skotlandia tersebut.
Lebih jauh, Fletcher mengaku perasaannya campur aduk saat dipercaya memimpin tim utama Manchester United.
“Rasanya tidak nyata,” katanya. “Merupakan suatu kehormatan luar biasa untuk dapat memimpin tim Manchester United, saya tidak pernah membayangkan hal itu bisa terjadi.”
Ia juga menyadari situasi ini bukanlah kondisi ideal.
“Memimpin tim adalah suatu kehormatan luar biasa dan sesuatu yang sangat saya banggakan, bukan dalam keadaan yang saya harapkan, jadi itu jelas sesuatu yang tidak mudah bagi saya,” ujar Fletcher.
Namun, di tengah tekanan dan sorotan, ia menegaskan tekadnya untuk menjalankan tugas sebaik mungkin.
“Tetapi saya hanya perlu berpikir bahwa saya memiliki tugas yang harus dilakukan dan saya harus memimpin tim besok dan memikirkan kehormatan dan kebanggaan besar dalam melakukan itu,” kata dia.







