Jokowi Yakin Prabowo-Gibran Dua Periode, Pastikan Gibran Tak Maju Capres 2029

Foto: Humas KPU RI

JAKARTA, Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) menyatakan keyakinannya bahwa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka akan berjalan selama dua periode. Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan optimismenya bahwa pasangan Prabowo-Gibran akan kembali melanjutkan kepemimpinan hingga 2034.

Dengan keyakinan tersebut, Jokowi memastikan Gibran tidak akan maju sebagai calon presiden pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2029.

Read More

“Kan sudah saya sampaikan Prabowo-Gibran dua periode. Udah itu saja,” ujar Jokowi kepada awak media, Jumat (30/1/2026).

Pernyataan Jokowi muncul di tengah dinamika politik nasional menjelang konsolidasi partai-partai politik untuk Pemilu 2029. Sebelumnya, Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) dan Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Gerindra telah memutuskan kembali mengusung Prabowo Subianto sebagai calon presiden pada pemilu mendatang.

Dukungan terhadap Prabowo juga datang dari Partai Demokrat. Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyatakan partainya siap kembali mendukung Prabowo sebagai calon presiden pada Pemilu 2029.

“Kita tentu ingin mendukung Pak Prabowo untuk terus memimpin, dan kita berharap dengan itu semua, Demokrat, Koalisi Indonesia Maju, juga bisa terus diperankan dengan baik,” ujar AHY saat ditemui di Istana Negara, Selasa (18/2/2025).

Namun, AHY tidak memberikan pernyataan terkait kemungkinan Partai Demokrat kembali mengusung Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wakil presiden pada Pemilu 2029.

Pernyataan AHY tersebut sekaligus mengonfirmasi adanya pembahasan di internal Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus terkait pembentukan koalisi permanen hingga pemilu selanjutnya. Meski demikian, kesepakatan koalisi itu disebut tidak otomatis satu paket dengan pengusungan kembali Gibran sebagai calon wakil presiden.

Dengan berbagai pernyataan tersebut, arah dukungan politik menuju Pemilu 2029 mulai mengerucut pada figur Prabowo Subianto sebagai calon presiden, sementara konfigurasi calon wakil presiden masih terbuka dan bergantung pada dinamika koalisi partai politik ke depan.

Related posts

Leave a Reply