JAKARTA, Liverpool kembali pulang dengan kekalahan dari markas Galatasaray. Bermain di Istanbul pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions, The Reds takluk 0-1 dari Aslanlar (The Lions/Si Singa).
Gol tunggal Galatasaray di Rams Park, Rabu (11/3/2026) dini hari WIB, dicetak oleh Mario Lemina pada menit ketujuh. Gol itu menjadi pembeda dalam laga yang berlangsung ketat.
Lemina juga dinobatkan sebagai Player of the Match. Kelompok Pengamat Teknis UEFA memuji kontribusi gelandang asal Gabon tersebut.
“Kontribusi defensifnya luar biasa dan ia menunjukkan intensitas tinggi dalam duel. Golnya terbukti sangat menentukan, bukan hanya untuk hasil pertandingan tetapi juga mengubah dinamika laga,” demikian pernyataan di situs UEFA.
Rekor Kandang Galatasaray
Kemenangan ini mempertegas kekuatan Galatasaray saat bermain di kandang sendiri, terutama saat menghadapi klub Inggris.
UEFA mencatat, Galatasaray hanya menelan satu kekalahan dalam 10 pertandingan kandang terakhir di kompetisi UEFA saat melawan tim Inggris.
Rinciannya adalah:
6 kemenangan
3 hasil imbang
1 kekalahan
Atmosfer stadion di Istanbul kembali menjadi faktor penting yang menyulitkan tim tamu.
Slot Akui Sulit Bermain di Istanbul
Pelatih Liverpool Arne Slot mengakui bahwa atmosfer di stadion Galatasaray membuat timnya kesulitan.
“Ini stadion yang sangat sulit. Sulit bagi pemain lawan dan juga pelatih lawan. Sulit untuk berkonsentrasi dan sulit berkomunikasi. Galatasaray sangat beruntung memiliki atmosfer seperti ini,” katanya seperti dilansir situs UEFA.
Slot berharap dukungan suporter di Anfield bisa membantu Liverpool membalikkan keadaan pada partai leg kedua babak 16 besar mendatang.
“Sekarang kami akan melawan Galatasaray di stadion kami sendiri. Kami punya fans luar biasa yang selalu memberi kami kekuatan. Mereka akan menunjukkannya di Anfield dan menjadi dorongan besar bagi kami.”







