MEDAN, Anggota MPR RI Sugiat Santoso kembali melaksanakan Kegiatan Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di hadapan mahasiswa dari berbagai Fakultas di Kampus Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) di Jalan Sisingamangaraja, Teladan, Kecamatan Medan Kota.
Sugiat di depan mahasiswa menjelaskan kedudukan penting 4 Pilar MPR RI, yang terdiri dari pertama; Pancasila Sebagai Dasar Ideologi Negara, kedua; UUD Negara RI tahun 1945 Sebagai Konstitusi Negara Serta Ketetapan MPR, ketiga; NKRI sebagai bentuk Negara, keempat; Bhineka Tunggal Ika sebagai Semboyan Negara.
Sugiat mengingatkan tanpa 4 Pilar ini, Indonesia sebagai sebuah bangunan bisa runtuh.
“Karena tidak ada penopang yang menyangga bangunan bangsa dan negara yang sangat kompleks unsur kesukuan, agama, ras dan agamanya seperti bangsa kita ini,” kata Sugiat, Rabu (26/02/2025).
Sugiat menyebut banyak upaya dari kekuatan asing yang ingin Indonesia ini bubar.
“Karena Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah, dan kekuatan-kekuatan asing ini ingin mengusai kekayaan alam Indonesia tersebut.” ujarnya.
Dalam sosialisasi 4 Pilar MPR RI yang dipandu oleh moderator Ikbal Harun tersebut, di perkaya juga dengan materi kebangsaan dan kepancasilaan yang disampaikan oleh narasumber Fadhil Pahlevi Hidayat.
Diskusi berlangsung hangat, dalam satu sesi tanya jawab ada tiga penanya dari mahasiswa yang cukup kritis, seperti bertanya mengenai pentingnya kegiatan sosialisasi 4 Pilar MPR RI dan apakah seluruh masyarakat Indonesia perlu mengetahui soal 4 Pilar MPR RI ini.
Jawaban dan pertanyaan tersebut membuat kegiatan sosialisasi menjadi diskusi interaktif yang hidup antara narasumber dan mahasiswa yang hadir.
Kegiatan Sosialisasi 4 Pilar MPR RI ini akan dilaksanakan secara rutin, untuk menjangkau lebih luas masyarakat Indonesia demi tersebar luasnya wawasan kebangsaan dan pemahaman akan pentingnya 4 Pilar MPR RI dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Sugiat Santoso mengatakan akan melaksanakan tugasnya mensosialisasikan 4 Pilar MPR RI dari kampus ke kampus di Sumatera Utara, bukan hanya di Medan sebagai ibukota Provinsi, tapi juga di kampus-kampus yang berada di daerah-daerah di Sumatera Utara.
“Sosialisasi di kampus dipilih karena civitas akademika dipercaya mampu membawa pemahaman 4 Pilar MPR RI ini lebih jauh dan lebih luas kepada masyarakat melalui penelitian dan pengabdian ke masyarakat yang dilaksanakan oleh civitas akademika,” tutupnya.