JAKARTA. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi merespons penurunan peringkat Garuda Indonesia dari maskapai bintang 5 menjadi bintang 4 versi lembaga pemeringkat penerbangan internasional Skytrax.
Dudy mengatakan pemerintah mendorong Garuda Indonesia melakukan perbaikan layanan agar dapat kembali meraih status maskapai bintang 5 seperti sebelumnya.
“Kita melihat lagi kira-kira mana yang perlu kita perbaiki, sehingga yang tadinya sempat peringkat lima dalam waktu yang panjang bisa kita raih kembali,” ujar Dudy di Jakarta, Jumat (6/3/2026).
Menurut dia, peningkatan kualitas layanan harus terus dilakukan tanpa mengabaikan aspek keselamatan penerbangan.
“Perbaikan tentunya perlu, memperbaiki dan juga mempertahankan. Jadi tidak perlu disikapi secara berlebihan, kalau anak muda bilang ya enggak usah panik,” kata Dudy.
Sementara itu, manajemen Garuda Indonesia menyatakan penurunan peringkat tersebut menjadi bagian dari refleksi perusahaan yang tengah menjalani proses transformasi.
Dalam keterangan tertulis, Garuda menyebut pada 2026 perusahaan akan memperkuat berbagai inisiatif peningkatan layanan bagi penumpang.
“Sejalan dengan dinamika industri penerbangan global, pembaruan klasifikasi rating layanan dari Skytrax kami pahami sebagai bagian dari refleksi atas fase transformasi yang tengah dijalankan perusahaan,” tulis manajemen Garuda.
Dalam beberapa tahun terakhir, Garuda Indonesia fokus pada proses pemulihan serta penguatan fundamental kinerja perusahaan, terutama pada aspek keuangan dan keberlanjutan usaha.
Perusahaan menyebut proses tersebut secara bertahap diikuti berbagai langkah perbaikan layanan dan operasional guna membangun fondasi bisnis yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Sebelumnya, Skytrax melalui situs resminya mengumumkan penurunan status Garuda Indonesia dari maskapai bintang 5 menjadi bintang 4.
Penilaian tersebut didasarkan pada berbagai aspek layanan, antara lain kenyamanan kursi, fasilitas kabin, makanan dan minuman, hiburan dalam pesawat (in-flight entertainment), serta kebersihan pesawat.
Skytrax juga menyoroti sejumlah fasilitas Garuda yang dinilai mulai usang, baik pada produk di dalam pesawat maupun fasilitas darat di Bandara Jakarta dan Denpasar.
“Sebagai mantan Maskapai Bintang 5, Garuda Indonesia sedang menjalani masa restrukturisasi. Banyak produk di dalam pesawat dan fasilitas darat di Jakarta dan Denpasar yang kini sudah sangat usang dan perlu dimodernisasi,” tulis Skytrax.
Meski demikian, lembaga tersebut menilai kualitas layanan awak kabin Garuda Indonesia masih tetap baik. Namun standar produk maskapai dinilai mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir sehingga tidak lagi memenuhi kriteria maskapai bintang lima.







