Saiful Mujani Jelaskan Pernyataan yang Viral, Bantah Mendorong Makar terhadap Presiden

JAKARTA, Pendiri Saiful Mujani Research and Consulting, Saiful Mujani, memberikan penjelasan terkait pernyataannya dalam sebuah diskusi yang viral di media sosial dan dinilai mendorong upaya menjatuhkan Presiden Prabowo Subianto.

Saiful menegaskan bahwa pernyataannya bukan merupakan tindakan makar, melainkan bagian dari sikap politik yang disampaikan secara terbuka dalam forum diskusi.

Read More

“Pernyataan tersebut adalah sikap politik yang berada satu tingkat di bawah partisipasi politik. Partisipasi politik merupakan inti dari demokrasi,” ujar Saiful dalam keterangan tertulis, Selasa (7/4/2026).

Ia menjelaskan, partisipasi politik memiliki berbagai bentuk, seperti mengikuti pemilu, kampanye, menyumbang kepada partai atau kandidat, hingga aksi politik seperti demonstrasi yang dilakukan secara damai.

Menurut dia, menyampaikan aspirasi untuk menurunkan presiden secara damai juga termasuk dalam bentuk partisipasi politik dalam sistem demokrasi.

Saiful menambahkan bahwa pernyataan verbal yang disampaikan di ruang publik merupakan bagian dari kebebasan berekspresi yang dijamin oleh konstitusi.

“Jika sikap politik dalam bentuk pernyataan dianggap makar, berarti kebebasan yang dijamin undang-undang juga bisa dianggap demikian,” katanya.

Dalam penjelasannya, Saiful menyebut pernyataan tersebut disampaikan pada bagian akhir diskusi setelah sejumlah pengamat mengemukakan evaluasi terhadap kinerja presiden.

Ia juga menyinggung peristiwa penyiraman terhadap aktivis Andrie Yunus yang terjadi setelah pernyataan presiden mengenai penertiban pengamat.

Saiful menilai istilah “ditertibkan” memiliki konotasi represi yang mengingatkan pada praktik di era Orde Baru, khususnya melalui lembaga Komando Operasi Pemulihan Keamanan dan Ketertiban yang berada di bawah Presiden ke-2 RI, Soeharto.

Ia juga mengkritik sejumlah pernyataan Presiden Prabowo yang dinilai tidak mencerminkan sikap presidensial, termasuk pandangan tentang demokrasi yang disebut harus “khas Indonesia”.

Menurut Saiful, presiden seharusnya bersikap inklusif dan terbuka terhadap keberagaman aspirasi dalam negara demokrasi.

Menanggapi polemik tersebut, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengaku belum mengetahui secara rinci pernyataan Saiful Mujani yang menjadi perbincangan publik.

Ia mengatakan Presiden Prabowo saat ini tengah fokus pada agenda pemerintahan yang lebih strategis.

“Presiden sedang fokus pada hal-hal besar dan strategis untuk masyarakat,” ujar Teddy.

Related posts

Leave a Reply