Rapat dengan Bulog, Ida Nurlaela Sebut Mutu Kualitas Beras Jadi Masalah Utama

JAKARTA, Anggota Komisi VI DPR RI Ida Nurlaela Wiradinata mengapresiasi kinerja Perum Bulog dalam perencanaan dan kecepatan penyaluran bantuan pangan kepada masyarakat. Menurutnya, bantuan tersebut sangat dirasakan manfaatnya, terutama saat masyarakat berada dalam kondisi yang membutuhkan.

“Alhamdulillah Bulog bisa memberikan bantuan dengan sangat cepat dan benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” ujar Ida dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi VI DPR RI bersama jajaran Bulog di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (21/01).

Read More

Meski demikian, Ida menyoroti sejumlah permasalahan utama Bulog yang dinilai perlu segera mendapat perhatian serius. Salah satunya adalah masalah penyimpanan dan penurunan mutu beras akibat stok yang terlalu lama tersimpan di gudang.

“Risiko penurunan mutu beras ini sangat besar dan berpotensi menimbulkan disposal atau beras terbuang jika gudang tidak dikelola secara optimal,” tegasnya.

Selain itu, ia juga menyinggung distribusi yang sempat terhambat, persoalan verifikasi data Keluarga Penerima Manfaat, tata kelola harga yang dinilai masih mahal, hingga dugaan praktik penyimpangan meski stok beras dalam kondisi melimpah.

Ida turut menyoroti tantangan operasional Bulog, seperti keterbatasan fasilitas pengering (dryer) dan pengelolaan kadar air, yang berdampak pada kualitas beras SPHP yang dianggap kurang pulen oleh masyarakat.

“Bulog adalah lembaga yang ditugaskan negara untuk menjaga kualitas beras nasional. Ini tanggung jawab besar,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Ida juga menekankan pentingnya perlindungan terhadap petani. Menurutnya, mayoritas masyarakat Indonesia adalah petani, sehingga kebijakan pangan tidak boleh membuat mereka terus merugi.

“Bulog harus menjadi jembatan kesejahteraan petani, bukan sebaliknya,” tutupnya.

Related posts

Leave a Reply