JAKARTA, Presiden Prabowo Subianto meminta pemerintah mengkaji kembali kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) sebagai salah satu langkah penghematan bahan bakar minyak (BBM) di tengah ketidakpastian global.
Hal tersebut disampaikan Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3/2026). Ia meminta para menteri koordinator membahas berbagai opsi kebijakan yang dapat menekan konsumsi energi nasional.
Menurut Prabowo, pengalaman selama pandemi COVID-19 menunjukkan bahwa sistem kerja dari rumah mampu meningkatkan efisiensi sekaligus mengurangi penggunaan BBM.
“Jadi ini saya minta dibicarakan nanti ya mungkin oleh Menko-Menko nanti berapa hari ini kita lihat. Kita pikirkan. Dulu kita atasi Covid, berhasil kita. Dan kita mampu, banyak bekerja dari rumah, efisiensi, berarti kita menghemat BBM dalam jumlah yang sangat besar,” ujar Prabowo.
Ia menilai penerapan pola kerja fleksibel berpotensi mengurangi mobilitas harian ASN dan pejabat sehingga dapat menekan kemacetan sekaligus menghemat konsumsi BBM secara signifikan.
Menurut Prabowo, jika sebagian ASN tidak harus datang ke kantor setiap hari, dampaknya tidak hanya pada efisiensi energi tetapi juga pada kelancaran lalu lintas di perkotaan.
“Umpamanya berapa ASN dan pejabat tidak usah ke kantor, mengurangi macet dan melaksanakan penghematan besar-besaran. Mengurangi hari kerja pun harus kita pertimbangkan dan langkah-langkah penghematan lainnya,” kata dia.
Meski demikian, Prabowo menegaskan bahwa pemerintah tidak dalam kondisi panik menghadapi situasi global saat ini. Namun, ia mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan dengan menyiapkan berbagai langkah antisipatif apabila kondisi memburuk.
“Kita walaupun merasa aman, tidak panik, tapi kita juga tidak boleh terlalu lengah. Kita tidak boleh tidak mempersiapkan diri untuk kemungkinan paling jelek,” ujar Prabowo.






