ACEH TAMIANG, Presiden Prabowo Subianto mengoreksi desain hunian sementara (huntara) bagi korban bencana banjir dan longsor di Sumatra yang dibangun Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara menggunakan material seng. Koreksi tersebut disampaikan Prabowo saat rapat koordinasi pemerintah usai meninjau langsung lokasi huntara di Kabupaten Aceh Tamiang, Kamis (1/1/2026).
Prabowo menilai penggunaan seng berpotensi membuat suhu hunian menjadi panas dan kurang nyaman bagi penghuninya. Ia meminta agar dilakukan penyesuaian material tanpa harus menggunakan bahan mahal.
“Saya koreksi sedikit, saya tanya, ‘Bagaimana ini ya? Kan saya yang panas.’ Coba dipikirkan kalau bisa kita kasih solusi, mungkin solusinya tidak usah mahal-mahal,” ujar Prabowo, dikutip dari kanal YouTube resmi Sekretariat Presiden.
Meski demikian, Prabowo tetap mengapresiasi langkah Danantara yang mampu membangun sekitar 600 unit huntara hanya dalam waktu delapan hari. Ia menyarankan agar ke depan digunakan material bernuansa lokal yang lebih ramah iklim tropis.
“Apa itu anyaman atau apa, dari ijuk atau dilapisi bawahnya seng. Tidak perlu bahan mahal, hal yang sederhana mungkin cukup. Itu nanti kreativitas orang di lapangan,” kata Prabowo.
Dalam kesempatan yang sama, CEO Danantara Rosan Roeslani mengatakan, huntara tersebut akan langsung diserahterimakan kepada para korban bencana pada hari yang sama.
Hunian sementara itu dilengkapi berbagai fasilitas penunjang, antara lain taman bermain, jaringan Wi-Fi, musala, 14 unit dapur umum, serta 120 unit toilet dan kamar mandi. Seluruh bangunan berdiri di atas lahan milik PTPN.
“Ini berdiri di lahan PTPN yang sudah kami lakukan pembersihan lahan. Ukuran per unit kurang lebih 4,5 x 4,5 meter atau sekitar 22 meter persegi,” ujar Rosan.
Rosan menambahkan, dalam tiga bulan ke depan Danantara menargetkan pembangunan total 15.000 unit huntara di wilayah terdampak bencana di Sumatra. Rinciannya, sekitar 12.000 unit di Aceh, 2.000 unit di Tapanuli Selatan dan Tapanuli Tengah, serta 500 unit di Sumatra Barat.
Pembangunan huntara tersebut merupakan hasil kerja sama BUMN yang didanai melalui program corporate social responsibility (CSR). Danantara menyiapkan anggaran sekitar Rp1 triliun, dengan realisasi hingga kini mencapai Rp655 miliar.
Pemerintah berharap percepatan pembangunan hunian sementara ini dapat segera memberikan tempat tinggal layak bagi para korban bencana sembari menunggu pembangunan hunian permanen.







