Lionel Messi Tatap Masa Depan di Sepak Bola Sebagai Pemilik Klub

Foto: AP

JAKARTA, Lionel Messi mulai menatap masa depan yang lebih panjang dari sekadar torehan gol dan trofi. Megabintang Argentina itu mengungkapkan hasrat besar untuk mengikuti jejak David Beckham, bukan menjadi pelatih, melainkan duduk di kursi pemilik klub setelah memutuskan gantung sepatu.

Messi, yang kini menjadi ikon Inter Miami di Major League Soccer (MLS), menegaskan kepemilikan klub jauh lebih menarik baginya dibandingkan meniti karier di pinggir lapangan sebagai pelatih. Sebuah pernyataan yang menegaskan bahwa visi La Pulga tentang sepak bola belum akan berhenti ketika karier bermainnya berakhir.

Read More

“Saya tidak melihat diri saya sebagai pelatih,” kata Messi dalam wawancara dengan saluran streaming Argentina, Luzu TV, yang dipublikasikan Selasa (7/1/2026).

“Saya ingin memiliki klub sendiri, memulai dari bawah dan membuatnya besar. Mampu memberi anak-anak kesempatan untuk berkembang dan mencapai sesuatu yang penting. Jika saya harus memilih, itu akan lebih menarik bagi saya.”

Pemain berusia 38 tahun itu masih terikat kontrak bersama Inter Miami hingga 2028. Namun, jauh sebelum masa baktinya berakhir, Messi sudah memikirkan peran strategis di balik layar, peran yang memungkinkan dirinya membentuk masa depan sepak bola secara lebih struktural.

Keinginan itu bukan sekadar wacana. Dalam kontraknya bersama Inter Miami, Messi sudah memiliki saham minoritas di klub MLS tersebut. Sebuah langkah awal yang memperlihatkan transisi halus dari megabintang lapangan hijau menuju figur pengambil keputusan.

Messi juga telah mencicipi pengalaman langsung sebagai bagian dari proyek kepemilikan klub. Pada Mei lalu, ia membantu sahabat sekaligus mantan rekan setimnya di Barcelona dan Inter Miami, Luis Suarez, meluncurkan klub divisi empat Uruguay, Deportivo LSM.

Pemain berusia 38 tahun itu masih terikat kontrak bersama Inter Miami hingga 2028. Namun, jauh sebelum masa baktinya berakhir, Messi sudah memikirkan peran strategis di balik layar, peran yang memungkinkan dirinya membentuk masa depan sepak bola secara lebih struktural.

Keinginan itu bukan sekadar wacana. Dalam kontraknya bersama Inter Miami, Messi sudah memiliki saham minoritas di klub MLS tersebut. Sebuah langkah awal yang memperlihatkan transisi halus dari megabintang lapangan hijau menuju figur pengambil keputusan.

Messi juga telah mencicipi pengalaman langsung sebagai bagian dari proyek kepemilikan klub. Pada Mei lalu, ia membantu sahabat sekaligus mantan rekan setimnya di Barcelona dan Inter Miami, Luis Suarez, meluncurkan klub divisi empat Uruguay, Deportivo LSM.

“Saya ingin berterima kasih kepada Luis karena telah memberi saya kesempatan ini, karena telah mengundang saya untuk bergabung dengannya dan berbagi proyek yang telah ia kerjakan selama bertahun-tahun dan yang telah berkembang pesat,” ujar Messi saat itu, dikutip ESPN Uruguay.

“Bisa menjadi bagian dari ini adalah suatu kehormatan. Saya berharap dapat memberikan kontribusi semaksimal mungkin untuk terus mengembangkan klub ini dan berada di sisi Anda.”

Langkah Messi ini mengingatkan pada perjalanan David Beckham, yang lebih dulu membangun Inter Miami sebagai pemilik bersama setelah pensiun sebagai pemain. Kini, Messi berada di pusat proyek yang sama—bukan hanya sebagai wajah klub, melainkan juga sebagai arsitek masa depan.

Di atas lapangan, Messi masih menjadi pusat perhatian. Ia memimpin Inter Miami meraih gelar MLS Cup pertama dalam sejarah klub pada 2025, sebuah pencapaian monumental yang mengukuhkan pengaruhnya di sepak bola Amerika Serikat.

Musim baru pun menanti. Messi dan Inter Miami dijadwalkan membuka musim reguler MLS 2026 dengan laga tandang melawan Los Angeles FC pada 21 Februari.

Related posts

Leave a Reply