Jokowi Ungkap Percakapan dengan MBZ, Perang Timur Tengah dan Harga Minyak Disebut Tak Bisa Diprediksi

Foto: instagram

JAKARTA, Mantan Presiden RI Joko Widodo mengungkapkan percakapannya dengan Presiden Uni Emirat Arab (UEA) Mohamed bin Zayed Al Nahyan terkait ketidakpastian perang di Timur Tengah yang hingga kini masih berlangsung.

Dalam pidatonya pada acara Anniversary Youtuber Nusantara ke-1 di Solo, Jokowi mengatakan dirinya sempat menghubungi MBZ saat konflik baru berlangsung tiga hari untuk menanyakan kapan perang akan berakhir.

Read More

“Saya telepon saat perang baru tiga hari, saya telepon kakak saya di UEA Yang Mulia MBZ, saya tanya ‘Yang Mulia, kapan perangnya selesai?’. Dijawab ‘enggak pasti dan enggak jelas’,” kata Jokowi, dikutip Minggu (5/4/2026).

Jokowi menjelaskan, ketidakpastian tersebut menunjukkan bahwa bahkan pihak yang berada di lingkaran langsung konflik pun kesulitan memprediksi arah dan durasi perang yang terjadi di kawasan Timur Tengah.

Selain menanyakan durasi konflik, Jokowi juga mengaku sempat membahas dampak perang terhadap harga minyak dunia, yang menjadi salah satu sektor paling terdampak dari eskalasi geopolitik tersebut.

Namun, menurut dia, MBZ juga tidak dapat memberikan kepastian terkait fluktuasi harga minyak karena kompleksitas faktor yang memengaruhinya.

“Perhitungan mengenai harga minyak ini memang sangat rumit dan sulit dipastikan,” ujarnya.

Jokowi menambahkan, dirinya juga sempat menghubungi salah satu menteri di UEA untuk menggali informasi serupa. Meski demikian, hasil yang diperoleh tetap menunjukkan bahwa situasi masih penuh ketidakpastian.

“Mereka yang sudah di dalam lingkaran perang saja tidak bisa memperkirakan, apalagi kita yang ada di sini. Sangat sulit memprediksi kapan perang selesai dan kapan harga minyak kembali normal,” kata dia.

Dalam konteks tersebut, Jokowi mengingatkan pentingnya kesiapan fiskal nasional dalam menghadapi dampak global yang tidak menentu, khususnya terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Kita berdoa agar APBN kita kuat menghadapi goncangan-goncangan yang tidak jelas seperti yang kita alami sekarang ini,” ujarnya.

Pernyataan Jokowi tersebut mencerminkan kekhawatiran terhadap dampak lanjutan konflik Timur Tengah terhadap stabilitas ekonomi global, termasuk tekanan terhadap harga energi dan ketahanan fiskal Indonesia.

Related posts

Leave a Reply