JAKARTA, Ucapan belasungkawa yang disampaikan anggota DPR RI Eko Patrio atas meninggalnya Affan Kurniawan, pengemudi ojek online (ojol) yang tewas usai ditabrak kendaraan taktis Brimob, justru berujung banjir hujatan dari warganet.
Melalui akun media sosial Threads miliknya, Eko menyampaikan duka cita pada Jumat (29/8/2025) dalam unggahan bernuansa gelap disertai gambar mawar layu. Namun, niat baik itu malah memicu kemarahan publik, terutama di tengah sentimen negatif terhadap DPR dan gelombang unjuk rasa nasional yang belum mereda.
“Turut berduka atas wafatnya Affan Kurniawan Pengemudi Ojek Online Korban Jiwa Aksi Demonstrasi,” tulis Eko dalam unggahan tersebut.
Ia juga menyampaikan doa agar Affan mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Namun di kolom komentar, warganet ramai-ramai mengecam sikap Eko yang dianggap tidak pantas dan tidak mencerminkan empati yang tulus sebagai wakil rakyat.
Beberapa komentar tajam menghiasi unggahan Eko. Salah satunya dari akun @sumarna_mai yang menulis:
“Pak Eko ngehibur masyarakat saja di dunia hiburan, pak. Jangan pada ngelawak di pemerintahan.”
Sementara akun @sudrajat3039 menilai kemarahan publik yang meledak di jalanan merupakan akumulasi dari sikap dan perilaku DPR selama ini.
“Salah satu pemicunya adalah Anda. Anda mengejek dan menantang masyarakat dengan membuat video sound horeg. Kami MUAK.”
Tak hanya kritik, sebagian warganet bahkan menuntut agar Eko Patrio mundur dari jabatannya sebagai Wakil Ketua Komisi VI DPR RI. Hal ini dipicu oleh aksi joget Eko bersama anggota DPR lainnya usai Sidang Tahunan Nota Keuangan dan RAPBN 2026 beberapa waktu lalu, yang viral di media sosial.
Alih-alih meminta maaf, Eko malah kembali membuat konten joget dengan sound horeg dan membagikannya di akun TikTok miliknya, seolah sengaja menyulut amarah netizen yang sejak awal menilai aksi itu tidak pantas.
“Eko bahkan menganggap joget itu keren, padahal rakyat sedang berduka dan marah,” tulis seorang pengguna TikTok dalam kolom komentar.
Kritik terhadap Eko Patrio juga semakin tajam setelah publik mengetahui bahwa ia turut menikmati kenaikan tunjangan DPR RI, di tengah kesulitan ekonomi rakyat dan PHK massal yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir.
Kombinasi antara gaya hidup DPR yang dinilai berlebihan, minim empati, serta respon joget ala sound horeg membuat Eko dianggap sebagai simbol dari kesenjangan antara rakyat dan wakilnya di parlemen.
Sementara itu, aksi protes terhadap kematian Affan Kurniawan masih terus berlangsung. Sejumlah demonstran menuntut keadilan dan menolak arogansi aparat serta elit politik. Mereka juga menyoroti gaya hidup anggota DPR yang dianggap tidak sensitif terhadap penderitaan masyarakat.
Presiden Prabowo Subianto telah menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga Affan, dan berjanji menanggung seluruh biaya hidup istri dan anak korban. Namun publik menuntut langkah konkret dan evaluasi menyeluruh, termasuk sanksi tegas terhadap pihak-pihak yang memperkeruh situasi.