ASN Wajib Aktifkan MFA di ASN Digital, Ini Cara dan Solusi Jika Aktivasi Gagal

Ilustrasi

JAKARTA, Pemerintah mewajibkan seluruh aparatur sipil negara (ASN), baik pegawai negeri sipil (PNS) maupun pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), untuk mengaktifkan fitur Multi-Factor Authentication (MFA) pada platform ASN Digital. Kebijakan ini diterapkan sebagai langkah penguatan keamanan sistem kepegawaian digital dari berbagai ancaman siber.

MFA menjadi lapisan perlindungan tambahan dalam mengakses layanan Badan Kepegawaian Negara (BKN), seperti MyASN, e-Kinerja, dan layanan kepegawaian lainnya. Dengan sistem ini, proses masuk akun tidak hanya menggunakan username dan kata sandi, tetapi juga memerlukan kode verifikasi sekali pakai (one-time password/OTP) dari aplikasi autentikator.

Read More

BKN menilai langkah ini penting untuk melindungi data pribadi ASN dari risiko peretasan, pencurian akun, hingga serangan phishing yang kian marak. Namun, dalam pelaksanaannya, sejumlah ASN dilaporkan masih mengalami kendala saat mengaktifkan MFA di ASN Digital.

Tahapan Aktivasi MFA ASN Digital

Berdasarkan panduan yang dilansir Kompas.com pada 15 April 2025, aktivasi MFA ASN Digital dapat dilakukan melalui beberapa tahapan berikut:

  1. Menginstal aplikasi Google Authenticator melalui Google Play Store atau App Store.

  2. Mengakses laman asndigital.bkn.go.id melalui peramban.

  3. Mengklik logo BKN dan memilih menu login.

  4. Memasukkan username dan password akun MyASN tanpa mengisi kolom OTP.

  5. Memilih opsi Aktifkan MFA (OTP) pada pop-up yang muncul.

  6. Login ke laman SIASN menggunakan akun SSO ASN.

  7. Memindai kode QR pada halaman aktivasi menggunakan Google Authenticator.

  8. Memasukkan kode OTP yang muncul, mengisi nama perangkat, lalu menekan tombol submit.

Setelah proses tersebut selesai, MFA akan aktif dan kode OTP akan diminta setiap kali ASN melakukan login ke ASN Digital.

Penyebab Aktivasi MFA Gagal

Meski prosedur telah tersedia, sejumlah ASN kerap menemui pesan kesalahan seperti Invalid Authenticator Code. Kompas.com (19 April 2025) mencatat beberapa penyebab utama kegagalan aktivasi MFA, antara lain:

  • Perbedaan waktu antara jam ponsel dan server ASN Digital.

  • Aplikasi Google Authenticator belum tersinkronisasi dengan waktu jaringan.

  • Kesalahan saat memindai kode QR atau memasukkan kode manual.

  • Proses aktivasi terlalu lama hingga sesi berakhir otomatis (timeout).

Kode OTP yang berubah setiap 30 detik membuat sinkronisasi waktu menjadi faktor krusial dalam keberhasilan verifikasi.

Solusi Jika Aktivasi MFA Bermasalah

Untuk mengatasi kendala tersebut, ASN dapat melakukan beberapa langkah alternatif, seperti memastikan pengaturan zona waktu dan tanggal pada perangkat sudah otomatis. Selain itu, ASN juga disarankan menggunakan aplikasi autentikator lain seperti FreeOTP jika Google Authenticator mengalami gangguan.

Langkah lain yang dapat dilakukan antara lain mendaftarkan ulang MFA, memindai ulang kode QR, serta logout dan menunggu beberapa saat sebelum mencoba login kembali. Jika masalah berulang, ASN dapat menghapus pengaturan MFA sebelumnya dan mengulangi proses aktivasi dari awal.

Perkuat Keamanan Data ASN

Kewajiban aktivasi MFA di ASN Digital menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat sistem keamanan data kepegawaian nasional. Meski masih ditemukan kendala teknis di lapangan, pemerintah berharap seluruh ASN dapat segera menyesuaikan diri dan memastikan akun kepegawaiannya terlindungi secara optimal.

Dengan memahami prosedur aktivasi serta solusi atas potensi kegagalan, ASN diharapkan dapat mengakses layanan BKN dengan aman dan tanpa hambatan berarti.

Related posts

Leave a Reply