JAKARTA, Anggota DPR RI, Bonnie Triyana mengecam keras penyiraman air keras terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus.
Bonnie menilai serangan tersebut bukan sekadar tindak kriminal, tetapi juga ancaman serius terhadap perjuangan hak asasi manusia dan kebebasan berpendapat di Indonesia.
“Serangan terhadap Andrie Yunus bukan sekadar tindak kriminal biasa, tetapi serangan terhadap sejarah panjang perjuangan HAM di Indonesia,” kata Bonnie dalam keterangannya, Jumat (13/3/2025).
Ia menyebut tindakan itu sebagai perbuatan tidak berperikemanusiaan sekaligus bentuk teror terhadap para pembela HAM.
Menurut Bonnie, kekerasan tidak akan pernah mampu membungkam suara kritis.
“Sejarah membuktikan kekerasan terhadap aktivis tidak pernah berhasil memberangus kebebasan berpendapat. Gerakan masyarakat sipil justru selalu bangkit lebih kuat,” ujarnya.
Bonnie mengatakan peristiwa ini mengingatkan pada sejumlah kasus kekerasan terhadap aktivis di masa lalu, seperti penculikan aktivis 1997–1998, pembunuhan Marsinah pada 1993, hingga kematian aktivis HAM Munir pada 2004.
Legislator dari PDI Perjuangan ini menegaskan praktik kekerasan semacam itu tidak boleh terulang di era reformasi.
Bonnie juga menyinggung sejarah Presiden pertama RI Soekarno yang pernah dipenjara dan diasingkan karena melawan kolonialisme.
“Ironis ketika di era reformasi seorang pembela HAM justru disiram air keras hanya karena bersuara,” katanya.
Bonnie mendesak kepolisian segera menangkap pelaku dan mengungkap aktor intelektual di balik serangan tersebut.
Ia menilai pelaku harus dijerat dengan pasal berlapis, termasuk dugaan percobaan pembunuhan berencana karena serangan itu menyebabkan luka bakar sekitar 24 persen pada tubuh korban.
Selain itu, Bonnie meminta negara memastikan kasus kekerasan terhadap aktivis tidak berakhir dengan impunitas.
Ia juga mendorong masyarakat sipil, akademisi, dan insan pers mengawal proses hukum, serta meminta Komnas HAM melakukan investigasi independen.
“Korban berhak mendapat perlindungan maksimal karena bekerja di bidang advokasi HAM dan kebebasan berekspresi,” kata Bonnie.







